Sebuah Catatan Penderita Skizofrenia

Fikiran manusia sangatlah unik. disadari ataupun tidak, ada lebih banyak penelitian yang dilakukan untuk menjelajahi alam semesta ketimbang penelitian yang dilakukan untuk mecari tahu keunikan fikiran kita sendiri.
Karena riset pada fikiran manusia yang dilakukan sangatlah terbatas, tak heran banyak permaslahan kesehatan mental yang belum bisa kita pecahkan.

Ambil contoh Skizofrenia, hingga hari ini belum ada obat yang dapat menyembuhkannya secara total, walaupun dalam dekade terakhir para ilmuan sudah menciptakan obat yang diklaim dapat digunakan untuk mengurangi efek dari Skizofrenia, tapi tetap saja obat penawar utama belum tercipta.

Halusinasi dalam kepala penderita Skizofrenia
Halusinasi di dalam kepala penderita Skizofrenia

Karena fikiran manusia sangatlah unik, maka fikiran kita ‘rusak’ dengan cara yang unik juga. walaupun terkadang kita menganggap penyakit mental yang kita alami sama dengan para penderita lainnya, namun sebenarnya tidak ada penyakit mental yang benar-benar sama. Orang dapat menyebutnya skizofrenia, depresi, gangguan kecemasan atau bahkan OCD, namun tetap saja rasa sakit yang dialami para penderita berbeda antara satu dengan lainnya.

Penderita skizofrenia tidak pernah terlihat sama, mereka merasakan rasa sakit yang berbeda, dengan tingkat kesukaran yang berbeda dan menanggapinya dengan cara yang berbeda pula.

ada petuah bijak yang mengatakan bahwa satu-satunya buku yang wajib dibaca adalah buku yang kita tulis sendiri. tidak ada yang salah menjadi orang dengan skizofrenia atau orang dengan penyakit mental lainnya.
hal ini memang sebuah penderitaan, namun bukankah penderitaan juga adalah salah satu pemberian tuhan ?

Melawan penyakit mental bukanlah hanya soal mengahncurkan penyakit nya saja, ini juga berarti kita siap membangun pribadi baru yang lebih kuat dan tangguh dari sebelumnya. kita ibaratkan burung Phoenix yang harus habis terbakar api sehingga menjadi abu terlebih dahulu, dari sisa-sisa abu itulah nantinya kita akan terlahir kembali menjadi pribadi yang baru.

Setelah membaca berbagai sumber mengenai perjuangan para penderita Skizofrenia melawan penyakitnya, saya merasa tenang. cerita perjuangan mereka telah memberikan harapan sembuh bagi saya. dan saya harap blog ini juga dapat melakukan hal yang sama, menenangakan mereka yang sedang merasa gelisah dan menunjukkan jalan bagi mereka yang masih kebingungan.

Baca Juga : Blog ini mustahil ada : Cerita Melawan Depresi

5 thoughts on “Sebuah Catatan Penderita Skizofrenia

Add yours

  1. Senang menemukan tulisan ini. Saya pernah mengalami hal yg sama, tapi dideteksinya pas masih belum berlanjut. Dulu, kata orang awam di sekitar, saya gila, dan mereka tidak percaya saya bisa membaik. Ya pokoknya dikatain gila, sedih ga tuh 🤦 tapi buktinya saya membaik, walaupun kadang masih suka geregetan sih 😄 semangat kak.. belakangan saya baca buki filosofi teras, dan it’s good.. *pasti udah baca kan hehe

    1. hahaha iya mbak bener banget tuh, Masyarakat indonesia masih mengindentikan penyakit mental dengan ‘gila’, padahal sebenarnya tidak demikian. hahaha iya mbak, saya juga baca buku filosofi teras dan buku2 filsafat aliran stoic lainnya. Bagi saya itu sangat membantu.
      Btw makasih banyak ya buat kunjungannya hehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Website Powered by WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: