Jangan Berharap pada Orang Lain

Hukum Kekuasaan #13:
Jangan berharap pada orang lain.
Jika anda memang benar-benar terpaksa untuk meminta bantuan dari seorang teman, anda tidak perlu mengingatkan mereka tentang perbuatan baik dan bantuan yang pernah anda berikan sebelumnya, karena sebagian besar teman tidak akan pernah peduli dengan jasa anda.

Sebaliknya cobalah untuk memancing kepentingan orang lain,
buatlah keadaan seolah-olah jika mereka menolong anda, mereka akan mendaptkan keuntungan yang besar.
Tekankan keuntungan yang akan mereka dapatkan secara persuasif, niscaya orang lain akan merespon permintaan pertolongan anda dengan senang hati.

Kisah mereka yang melanggar hukum ini :

Pemandangan Kota Lucca di Italia, Sebuah kota besar yang berjaya pada masanya.

Pada awal abad ke 14, Seorang pemuda bernama Castruccio Castracani naik jabatan dari seorang tentara biasa menjadi Lord Kota Lucca, Italia.
Keluarga Poggio sangatlah berjasa dalam membantu karirnya untuk menjadi seorang penguasa. Hal ini dilakukan dengan banyak sekali polemik penghiantan dan pertumpahan darah. Namun sayangnya setelah Castracani berkuasa, keluarga Poggio merasa diri mereka telah dilupakan.

Pada tahun 1325 ketika Castracani keluar kota untuk berperang melawan musuh kota Lucca, keluarga Poggio berkomplot untuk menyingkirkan Castracani yang mereka anggap tidak tau berterimakasih. Mereka melakukan pemberontakan besar di kota lucca. Kerusuhan pun terjadi di semua tempat.

Keluarga Poggio siap untuk berperang dengan para pendukung Castracani. Namun ketika konflik sedang memuncak, Stefano selaku tetua dari keluarga Poggio berinisiatif untuk mendamaikan kedua belah pihak.
Sebagai anggota keluarga paling tua Stefano dianggap orang yang paling bijak dan cinta damai. Jadi keluarga Poggio setuju untuk mendengarkannya dan memutuskan untuk menempuh jalan diplomasi sesuai dengan saran Stefano.

Ketika berita pemberontakan sampai ke telinga Castracani, dia segera bergegas pulang ke Lucca. Namun ketika dia sampai ke kota Lucca, dia heran melihat keadaan kota yang sudah damai karena bantuan perantara Stefano. Stefano membayangkan bahwa Castracani akan berterimakasih karena dirinya telah berhasil memadamkan pemberontkan keluarganya.

Beberapa saat setelah Castracani pulang, Stefano memutuskan untuk bertemu dengannya. Ia berkata bahwa anggota keluarganya yang memberontak adalah kebanyakan anak muda yang tidak sabaran.
Ia pun mengingatkan Castracani tentang kemurahan hati yang telah di lakukan keluarga besarnya terhadap Castracani ketika dia belum menjadi seorang penguasa.

Stefano mencoba mengungkit jasa yang telah diberikan keluarga besarnya terhadap Castracani, dia mengingatkan kepada Castracani bahwa jalan diplomatis adalah jalan yang paling baik untuk konflik ini. dan dia juga mengatakan bahwa sebaiknya Castracani memafkan pemberontkan keluarga besarnya dan mencoba mendengarkan keluh kesah mereka.

Castracani mendengarkan Stefano dengan sabar. Sepertinya dia sama sekali tidak marah ataupun benci. Ia hanya berkata kepada Stefano agar membawa seluruh keluarga besarnya ke Istana untuk membicarkan keluhan mereka dan membuat kesepakatan bersama. Ketika malam tiba, seluruh keluarga besar bangsawan Poggio sudah berkumpul di istana. Castracani langsung memerintahkan tentara nya untuk memasukkan mereka ke dalam penjara. Beberapa hari kemudian seluruh anggota keluarga Poggio dihukum mati, termasuk Stefano sang pencinta damai.

Interpretasi :

Potret diri Castruccio Castracani

Stefano selaku tetua dari keluarga Poggio adalah perwujudan dari orang yang merasa keadilan dan kebaikan pasti menang. Tentunya hal ini membawa konsekuensi yang menakutkan, terutama saat kita menghadapi orang ambisius, licik dan tidak beradab seperti Castracani.

Stefano tau bahwa Castracani mencapai puncak karirnya dengan berbagai macam intrik pengkhiantan dan pertumpahan darah. Castracani adalah seorang yang tega membunuh seorang teman dekat yang setia, ketika dia diberi tahu bahwa membunuh teman lama semacam itu adalah suatu hal yang tercela, ia mengelak dengan berkata bahwa ia bukan membunuh seorang teman lama, melainkan seorang musuh baru.

Seorang pria seperti Castracani hanya tau tentang kepentingannya sendiri. Ketika pemeberontakan keluarga Poggio dimulai, mengakhirinya dan menempatkan diri dibawah kemurahan hati Castracani merupakan langkah yang paling berbahaya yang mungkin diambil.

Namun demikian, bahkan setelah Stefano di Poggio melakukan kesalahan fatal itu pun, ia tetap dapat membuat pilihan :
Ia bisa menawarkan kekayaan kepada Castracani, membuat perjanjian di masa depan dan menerangkan bahwa keluarga Poggio masih memiliki konstribusi bagi kekuasaan Castracani.

Sebaliknya, Stefano malah mengungkit masa lalu dan utang budi yang bukan menjadi kewajiban Castracani untuk membayarnya. Seorang manusia bukan hanya tidak pandai bersyukur, namun cenderung menganggap rasa syukur sebagai beban yang dengan senang hati dia buang. Dan dalam kasus ini, Castracani menyingkirkan kewajiban rasa syukurnya sendiri kepada keluarga Poggio dengan menghukum mati mereka semua.

Kisah mereka yang taat akan hukum ini :

Ilustrasi perang pada masa yunani klasik

Pada tahun 433 Sebelum masehi, Pulau Corcyra dan kota Korintus hampir mengalami konflik berdarah. Kedua belah pihak memutuskan untuk mengirim duta besar mereka ke Athena untuk membujuk rakyat Athena agar memihak kepada mereka. Taruhannya sangatlah tinggi, karena siapapun yang didukung Kota Athena pasti menang dan siapapun yang menang perang pasti tidak akan berbelas kasihan kepada pihak yang kalah.

Utusan pertama yang dipersilahkan untuk menyampaikan gagasannya adalah utusan dari Pulau Corcyra. Duta besar Corcyra membuka pidatonya dengan mengakui bahwa pulau itu belum pernah membantu Kota Athena sebelumnya dan bahkan telah bersekutu dengan musuh-musuh Kota Athena. Tidak ada hutang budi antara Athena kepada rakyat pulau Corcyra.
Satu-satunya yang dapat ditawarkan si duta besar pulau Corcyra adalah persekutuan yang menguntungkan kedua belah pihak.
Pulau Corcyra memiliki angkatan laut yang jumlah dan kekuatannya hanya bisa ditandingi oleh angkatan laut Athena. Persekutuan kedua negara itu akan menciptakan kekuatan yang dahsyat. Kekuatan militer yang dapat membuat musuh-musuh Athena merasa terintimidasi.

Wakil dari Kota Korintus menyampaikan gagasan nya dengan penuh semangat dan berapi-api, hal ini sangatlah berbeda dengan wakil dari pulau Corcyra yang membosankan dan tidak bersemangat.
Duta besar Korintus membicarkan tentang jasa yang pernah dilakukan kotanya terhadap Athena di masa lalu. dia juga mengingatkan rakyat Athena bahwa Korintus adalah sekutu yang telah setia mendampingi mereka dalam masa sulit sebelumnya, bahkan duta besar Korintus menyampaikan daftar panjang jasa Korintus bagi Athena dan dia juga menyinggung pentingnya menunjukkan rasa terimakasih kepada teman.

Usai pidato dari kedua belah pihak, para pejabat kota Athena memutuskan untuk bermusyawarah. Hasil musyawarah itu adalah mereka memberikan suara terbanyak untuk bersekutu dengan Pulau Corcyra dan menelantarkan mantan sekutu setianya Korintus.

Interpretasi :

Warga Athena yang sedang berdiskusi perihal kedua duta yang datang untuk meminta dukungan mereka.

Sejarah telah mencatat bahwa Athena adalah salah satu bangsa yang mulia, tetapi meraka juga adalah para realis unggul di zaman yunani klasik. Saat mengahdapi mereka, semua pernyataan emosional tidak akan mampu menandingi argumentasi pragmatis yang baik, terutama argumentasi yang menguntungkan pihak mereka.

Yang tidak disadari oleh duta besar kota Korintus adalah bahwa pidatonya yang mengungkit-ungkit jasa mereka terhdap Athena di masa lalu hanya membuat rakyat Athena merasa kesal. Karena secara tidak langsung si duta besar mewajibkan Athena untuk menolong mereka disebabkan hutang budi sebelumnya.

Penduduk Athena tidak peduli dengan apa yang dilakukan kota Korintus di masa lalu. mereka lebih memilih perjanjian dari pulau Corcyra yang jauh lebih menguntungkan untuk masa depan. Ketika disuruh memilih antara masa depan dan masa lalu, seorang yang pragmatis seperti para penduduk kota Athena tentunya akan memilih masa depan. Mereka cenderung berorientasi pada masa depan dan melupakan masa lalu.

Pada akhirnya jauh lebih bijak bagi anda untuk berbicara secara pragmatis kepada mereka yang memiliki karakter pragmatis, dan jika menyangkut tantang kekuasaan sebagian besar manusia memang terlahir dengan karakter pragmatis, mereka jarang bertindak bertentangan dengan kepentingan mereka sendiri.

Kunci Kekuasaan :

Dalam hidup ini kita pasti sering menempatkan diri dalam posisi meminta bantuan dari orang lain disekitar kita. Tentunya meminta bantuan pun ada seninya. dibutuhkan kemampuan untuk memahami orang yang sedang kita hadapi dan juga diperlukan kesadaran bahwa terkadang kebutuhan mereka berbeda dengan kebutuhan kita.

Sebagian besar dari kita tidak paham akan kedua hal diatas tadi. Mereka selalu berasumsi bahwa orang yang mereka pintai bantuan memiliki minat tanpa pamrih untuk menolong mereka. Mereka bicara seolah kebutuhannya penting bagi orang lain, padahal kebanyakan dari mereka sama sekali tidak peduli.

Yang tidak mereka sadari adalah bahwa manusia terkadang terjebak dalam kepentingannya sendiri, dan kenyataan bahwa jika kita tidak mampu memancing kepentingan pribadi mereka, mereka hanya akan menganggap anda sebagai seorang yang putus asa atau bisa juga menggap anda hanya membuang-buang waktunya.

Cara tersingkat dan termudah untuk memperoleh kekayaan adalah dengan membiarkan orang lain melihat dengan jelas bahwa dengan mendukung keinginan anda hal itu pasti menguntungkan bagi mereka

Jean de la Bruyere

Baca Juga : Jadilah Jujur Dan Murah Hati

One thought on “Jangan Berharap pada Orang Lain

Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Website Powered by WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: