Tentang Penulis

Ilham arya susanto mungkin adalah seorang pemuda paling sok tau yang pernah anda kenal.
dia menyebalkan, seorang yang angkuh, pembual hebat, bermulut besar, kasar, kikir, penipu, dan pada hari-hari terburuknya, seorang pemikir.
Dia barangkali manusia terkakhir dimuka bumi yang bakal anda mintai nasihat tentang kehidupan.

fakta-fakta diatas tidak dilebihkan atau diperhalus sama sekali, karena menurut saya justru hal inilah yang menarik untuk mengawali perkenalan kali ini.
Sejak menempuh program sarjana Susanto sudah mulai bercita-cita untuk menjadi seorang akademisi intlektual, namun setiap buah pemikiran nya hampir selalu ditolak oleh dosen, kolega dan akademisi kampus lainnya. pemikiran nya sangat bodoh dan konyol bagi mereka. Tidak orisinil, tidak memiliki dasar teori, tidak cukup referensi, tidak bermoral dan berjuta penolakan lainnya. dan begitu tumpukan penolakan itu semakin hari semakin tinggi, beban dari kegagalan ini mendorong nya kedalam beban depresi.

Setelah lulus dari kuliah, susanto awal nya mau bekerja sebagai guru honorer di salah satu sekolah negeri. namun ia menyadari bahwa pemerintah hanya mampu membayarnya alakadar nya. Jadi karena tidak puas akan hal tersebut, dengan bodoh nya dia mencoba melanjutkan studi program master di salah satu universitas negeri lainnya, dengan harapan dapat mengejar cita-citanya yaitu menjadi seorang Akademisi.
banyak teman-teman nya yang bilang ini adalah langkah yang penuh spekulasi dan tanpa perhitungan. bahkan beberapa anggota keluarga nya mengaggap bahwa ini adalah sebuah kekeliruan susanto yang paling besar.

Seperti yang anda tahu orang tua susanto adalah pegawai biasa, tentunya mereka hanya mampu mebiayai nya dengan uang bulanan pas-pasan dan hampir seluruh uang itu dihabiskan nya untuk membeli junk food, minuman soda dan voucher internet. barulah sisanya terkadang ia belikan buku-buku tua di pojok jalan. Malam harinya dihabiskan dengan bermain game atau menonton film bajakan dan kadang-kadang menuntaskan sebuah essay di laptop usang nya. kerap kali dia terbangun dengan laptop yang masih hidup setelah tertidur pulas semalaman.

hampir seluruh waktunya dihabiskan untuk game dan film bajakan. kemudian beberapa hari yang lalu, setelah seumur hidup merasa gagal dan menjadi pecundang, ia kembali teringat akan sebuah platform yang memungkinkan nya untuk membagikan pemikirannya dengan bebas dan tanpa adanya batasan.
platform itu adalah wordpress, sebelumnya dia sudah mencoba untuk menulis di media sosial seperti instagram maupun facebook, namun media sosial tersebut membatasi jumlah karakter penulisan, selain itu tidak ada orang yang mau membaca lebih dari 3 pargaraf di media sosial pribadi mereka.

Platform wordpress ini tidak menjanjikan susanto, segepok uang atau peluang menjadi orang terkenal. namun ia mau memfasilitasi si pecundang ini untuk menulis apa saja yang ia pikirkan. itulah satu-satunya tempat dimana dia dapat menuliskan apa yang dia rasakan dan pikirkan. dan mungkin inilah satu-satunya peluang yang ia dapatkan.

setelah menyelesaikan administrasi yang ruwet, susanto mencoba menyelesaikan tulisan pertamanya yang saat ini anda baca. di dalam blog nya dia menulis “selagi belum menyerah kita belum kalah” sebuah kata mutiara yang hanya keluar dari mulut lelaki paruh baya yang telah akrab dengan pahit-manis nya kegagalan.

susanto tahu benar bahwa dirinya adalah seorang pecundang ulung, namun ia menerima nya dan menulis secara jujur. ia tidak pernah mencoba untuk menjadi selain dirinya. bahkan ia “nyaman” dengan label yang menganggap dirinya adalah cerminan kegagalan. susanto sama sekali masa bodoh dengan ketenaran, kekayaan atau apapun itu yang ada sangkut paut nya dengan definisi kesuksesan. dia begitu menikmati kehidupannya yang penuh dengan tragedi dan kesedihan.

Sekarang ini dia mulai aktif menulis hal-hal random, mulai dari siasat/muslihat, teori-teori ekonomi yang bahkan professor MBA Harvard pun tak akan pernah menuliskannya, atau sekali-sekali dia membuat konten pengembangan diri (oh tuhan yang benar saja!) dan tentunya di sela-sela waktu bengongnya terkadang dia menulis karya sastra.

Blog ini tidak menjanjikan postingan-postingan yang berisi petuah bijak mengenai kesuksesan atau karya sastra bermutu tinggi. blog ini hanya akan menunjukkan kepada anda bagaimana cara menikmati hidup yang hakiki. sebuah gaya hidup dimana anda dapat mencintai diri anda yang sesungguhnya, menerima seluruh kekurangan anda, mencintai takdir-takdir buruk yang menimpa anda dan tentunya berlapang dada terhadap segala sesuatu yang telah pergi meninggalkan anda.

akhir kata penulis ingin mengutip petuah si tua Nietzsche

“Fatum brutum amor fati”Β 
cintai takdirmu walupun takdir terkadang bersifat kejam.

-Friedrich Nietzsche-

9 thoughts on “Tentang Penulis

Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Website Powered by WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: