Bebas dari Belenggu OCD

Hidup dalam ilusi OCD adalah hal paling melelahkan yang pernah saya alami . Obsessive compulsive disorder atau sering disingkat OCD adalah penyakit mental dimana para penderita nya terjebak dalam kebiasaan melakukan hal berulang secara berlebihan. Para ahli menyebutnya dengan kebiasaan Kompulsif. Suatu tindakan yang biasanya dilakukan secara berulang untuk mengurangi kecemasan

Misalnya seperti kasus yang saya alami, saya selalu merasa sedang terjangkit virus berbahaya sehingga prilaku kompulsif yang timbul adalah selalu mencuci tangan secara berlebihan. Selain itu Saya juga punya kebiasaan komplusif untuk berulang kali mengecek pintu kamar.

Terakhir yang sangat menganggu adalah kebiasaan kompulsif saya ketika sedang mengendarai sepeda motor, entah mengapa saya selalu berputar-putar mengelilingi jalan yang sama, akibatnya saya memerlukan waktu hampir 45 menit untuk pergi ke kampus yang jaraknya hanya beberapa kilometer saja.

Mencuci tangan secara berlebihan adalah contoh prilaku OCD
Mencuci tangan secara berlebihan adalah contoh prilaku OCD

Sebenarnya waktu itu saya sudah tahu bahwa itu hanyalah sebatas halusinasi belaka dan saya juga sangat paham bahwa tindakan yang saya lakukan berulang-ulang itu sungguh sangat berlebihan. Tapi entah mengapa fikiran bawah sadar selalu berkata bahwa saya harus melakukan nya, Jika tidak dilakukan maka saya akan merasa gelisah, cemas dan takut yang tidak rasional.

Penyebab OCD sampai hari ini belum lah diketahui secara pasti, namun setidaknya ada beberapa faktor yang dapat memicu timbulnya penyakit ini:

  1. Memiliki riwayat penyakit mental
  2. Memiliki anggota keluarga yang juga menderita sakit OCD
  3. Pernah mengalami trauma pada suatu hal

OCD adalah penyakit mental yang tidak boleh dipandang sebelah mata. Penyakit ini menimbulkan rasa takut berkepanjangan terhadap para penderitanya. Untuk menghilangkan rasa takut tersebut, si penderita dipaksa harus melakukan prilaku kompulsif secara berulang.
Memang setelah melakukannya kita akan merasa tenang, tapi sebenarnya hal itu hanyalah ketenangan sementara, OCD selalu mempunyai jutaan ide untuk membuat kita kembali cemas beberapa menit setelahnya.

Dari ketiga faktor pemicu OCD diatas, saya memiliki semuanya. Saya memiliki riwayat Skizofrenia dan Depresi, Beberapa anggota keluarga saya jika diperhatikan juga memiliki kebiasaan komplusif dan jujur sayapun memiliki trauma tertentu pada beberapa hal.

Skizofrenia dan Depresi berperan penting dalam kasus OCD yang saya alami. Kebiasaan saya mencuci tangan terus menerus ternyata dipicu dari waham yang menganggap diri saya mengdiap penyakit menular yang mematikan. Takut menulari kelurga, teman dan orang yang saya sayangi, maka waktu itu saya lebih memilih untuk mengikuti perilaku komplusif yang ada di kepala saya.

Selain itu jika diperhatikan beberapa anggota keluarga sayapun memiliki pola prilaku kompulsif, walaupun hal ini tidak sampai jadi maslah serius pada kehidupan mereka. Kebiasaan mengecek pintu secara berlebihan saya perhatikan sudah menjadi hal biasa di keluarga, namun sekali lagi, hal ini tidak sampai menjadi masalah kesehatan yang fatal bagi mereka.

Untuk masalah trauma, Perlu anda ketahui bahwa beberapa bulan sebelum saya terkena OCD, saya mendapati kunci kamar saya hampir saja dibobol oleh pencuri. Karena kejadian itu saya merasa trauma untuk meninggalkan kamar kos. Jalan yang saya ambil untuk mengatasi hal ini adalah dengan selalu memastikan kamar dalam keadaan terkunci. (sayangnya kebiasaan ini juga malah berubah menjadi OCD!)

Seperti kita ketahui, berlebihan dalam hal apapun tidak lah baik. Termasuk kebiasaan untuk selalu ‘berhati-hati’. Jika hal ini dilakukan secara berlebihan maka anda hanya akan menjatuhkan diri kedalam perasaan ‘paranoid’ dan biasanya berakhir pada diagnosis OCD.

Diperlukan usaha yang ekstra untuk melawan OCD. Pengobatan awal yang diambil pun biasanya bukan berorientasi pada menghilangkan prilaku secara total, tetapi lebih kepada upaya pengendalian gejala yang ada.
Untuk Metode pengobatannya sendiri saya mengkombinasikan antara terapi prilaku kognitif dan Medikasi obat Anti depresan. Kombinasi kedua hal tersebut terbukti mampu mengatasi OCD yang saya alami hingga hari ini.

Untuk terapi prilaku kognitif, saya melakukannya dengan belajar dari channel youtube yang relevan membahas hal itu. Mengapa saya tidak langsung menemui psikolog ? jawabannya sederhana, karena di kota saya masih belum ada psikolog yang paham betul dengan terapi kognitif.
Sebagai gantinya saya mengunjungi chanel youtube seperti Katie d’AthJames Callner dan Kat Hashway. Namun jika anda memiliki akses untuk berkonsultasi langsung dengan psikolog yang paham akan terapi kognitif, maka saya sarankan untuk langsung menemui mereka.

Selanjutnya untuk terapi Medikasi obat Anti depresan, saya menemui Pskiater langsung ditempat beliau praktek. Pengobatan medis perlu ditangani oleh dokter spesialis yang berpengalaman, ada dosis dan protokol pengobatan yang sama sekali tidak bisa ditempuh secara sembarangan.
Oleh sebab itu jika anda memang berencana untuk mengambil terapi obat-obatan medis, perlu bagi anda untuk menemui Pskiater professional di kota anda.

Baca Juga : Berperang Melawan Depresi

2 thoughts on “Bebas dari Belenggu OCD

Add yours

  1. Saya juga penderita OCD, Mas Ilham. Bolak-balik ngecek kompor sama pintu-jendela kamar. Yang pertama tiap habis masak, takut kebakaran dlsb. Padahal udah beneran mati apinya, tapi tetap nggak nyaman, makan pun nanti nggak tenang. Yang kedua karena pernah lihat mata mengintip (yang kemudian saya tahu ini halusinasi, tapi rasa cemasnya tetap aja betah lengket di otak), apalagi kalau mau keluar atau mau tidur. Ditambah lagi bolak-balik nyapu sama ngepel dan beres-beres cuma karena khawatir ada kelabang coba. Ngeselin tapi ya gimana, bahkan seringkali udah bolak-balik pun tetep belum puas.

    1. iya mbak, kadang kita tau bahwa ketakutan kita itu terkadang tidak rasional,
      tapi ya namanya juga OCD, dia selalu punya sejuta alasan untuk membuat kita khawatir 😀
      Saya pernah parah banget mbak keadaan nya jadi saya memutuskan ke pskiater dan psikolog untuk pengobatan
      karena menurut saya udah sangat menganggu sekali
      Di pskiater saya diterapi obat dan di psikolog saya coba terapi CBT (walaupun psikolog juga saya ndak ketemu yg paham OCD di kota saya, jadi saya lebih memilih chanel youtube yang membimbing terapi CBT)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

Website Powered by WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: